[00:00 - 00:21] Speaker 0
 Ustada Siam waktu itu cerita begini Us, aku tuh bingung kalo sampean tanyain Aku tuh harus cerita apa? Soalnya semua ini dibicarakan bersama temen-temen Mau ngadain ini itu bareng temen-temen Jadi aku merasa itu bukan program saya Program bareng-bareng gitu Nah,
[00:21 - 00:21] Speaker 1
 pernah
[00:23 - 01:15] Speaker 0
 Terus kemarin saya tanya sama Ustada Miro Ustada ketika Raker tidak ada komisi-komisikah? Gak ada Biasanya sih ya ada gitu Komisi itu kan dibagi-bagi Bidang kurikulum, bidang keumasan, bidang kesiswaan Ketewuan dan administrasi, keuangan, sarana dan prasarana SDM sendiri, SDM manajemen Khusus SDMnya manajemen yang ini Nah itu ketika berkumpul bersama bidangnya masing-masing Ya, bikin program Misalnya keumasan Tahun kemarin kan ada di bawah saya Ya saya yang bikin sama temen-temen Punya planning Umas 2 tahun ke depan seperti apa Itu sudah diinikan Kita nganalisa dari yang tahun kemarin
[01:15 - 01:25] Speaker 1
 Nah jenengan kan banyak Ust Ininya anggotanya Nah saya loh anggotanya cuma berapa? Nah jenengan di TIK
[01:25 - 01:27] Speaker 0
 Dibagi berdasarkan apa?
[01:28 - 01:50] Speaker 1
 Kurikulum ada? Kurikulum ada Kesiswaan ada? Kesiswaan itu sadasyam itu Umas dan kesiswaan Oh umas dan kesiswaan Iya Hanya dua itu toh Terus saya itu sarana prasarana Prasarana siapa lagi? Sudah cuma tiga SDMnya dibagi tiga Ada berapa jumlah guru? Ada 16 17
[01:51 - 02:22] Speaker 0
 Dibagi Yang mau ngomah dan ITU siapa? Dibawanya usada datul misalnya Ya berarti dengan usada datul ininya nanti Punya programnya apa? Misalnya usada SIAM Tiga orang Ya itu tiga orang itu Mau konsep umas dan kesiswaan Tahun ke depan apa? Dijelentreh dulu yang tahun ini Dijelentreh ini Ini jalan apa enggak? Jalan Ketika jalan analisanya keberhasilannya seberapa? Tuh
[02:23 - 02:23] Speaker 2
 Terus
[02:23 - 02:43] Speaker 0
 misalnya oh enggak jalan Kenapa kok enggak jalan? Apa akibatnya kenapa kok enggak jalan? Nah itu dia analisa Terus kira-kira kalau ini tidak jalan Tahun depan mau diajukan lagi apa enggak? Atau di delete Ganti dengan program yang baru Nah itu dibagi usada Nah itu sehingga tidak merasa bahwa
[02:44 - 02:44] Speaker 1
 Aku
[02:44 - 02:44] Speaker 0
 gak ada
[02:44 - 03:16] Speaker 1
 program Selama ini tuh ya itu tadi Dibaju sama-sama Nah Misalkan Gak apa-apa Us Jadi kita masak apa dulu kurikulum kurikulum semua-semua itu nanti yang yang lidernya yaitu tadi ya empat orang ini lidernya saya itu yang mimpin rapat nanti asumsi-asumsinya teman-teman saran tuh kita tampung di kita yang menentukan Oh gitu enggak enggak yang punya program sendiri-sendiri gitu balik
[03:16 - 04:44] Speaker 0
 sekarang kalau SD tuh gitu jenengan bikin ya kurikulum saya mau tahun kurikulum kegiatannya ini ini setelah matang di grupnya jenengan kan nanti ada sidang komisi barang-barang di plenokan nah itu kan dipresentasikan sama jenengan ya ini hasil dari komisi kita Monggo ada saran dan masukan apa itu nanti masuk tuh kan ini kayaknya enggak cocok tahun kemarin begini begini begini kan gitu Nah dari situ baru Oh ya kayaknya ini wajib di-delete aja deh enggak maksimal gitu artinya tetap program itu dari jenengan teman-teman yang memberikan masukan dan saran ketika misalnya teman-teman us kayak misalnya tahun kemarin kita gini sudah suci masa sih program English camp hanya miliknya ICP saya tuh yang sering-sering protes begitu kenapa kau reguler gak boleh dah punya program yang sama itu soalnya jadi ikonnya ICP karena harus selama ICP mungkin reguler cukup satu minggu tapi yang jelas tetap kualitas sama yang diberikan oleh sekolah saya gitu Mas ada suci digodok lagi itu saran kita keluar lahirnya tahun ini kelas 4 ke barri walaupun reguler musik pembukaan ICP nah seperti itu saran itu tetap dibutuhkan dari teman-teman kalau memungkinkan itu cuci
[04:44 - 04:47] Speaker 1
 program apa jadi curriculum curriculum ngge
[04:47 - 05:09] Speaker 0
 terus ada poliglot poliglot itu pembiasaan sehari-hari, kan ada bahasa Jawa kayak gitu-gitu, itu masukkan dari teman-teman awalnya gitu, ditampung diinikan ke kelompoknya kurikulum, kayak gitu makanya ketika Ustadzah Siam bilang aku bingung Ustadzah Ustadzah udah sampe entah kok nih
[05:09 - 06:01] Speaker 1
 iya karena Ustadzah Siam pun gak punya program yang spesifik gitu loh maksudnya yang cuma Ustadzah Siam sekarang tuh fungsinya tuh lebih ke menjembatani iya katanya saya menjembatani saja koordinator lah istilahnya gitu jadi yang dulunya mungkin itu kayak BPDB itu nomor tiap tahun tuh nomor yang tercantum di flyer itu gantah-gantih kan nah saat ini mulai ada umas, jadi yang tercantum di flyer itu nomornya umas, jadi kita satu pintu gitu, kecuali kalau ada yang lain mungkin kenalan atau apa tanya-tanya ke usaha yang lain bisa tapi kalau yang orang mungkin lihat flyer lihat Instagram itu pasti nanti infonya ke usaha siang dulu SMSnya
[06:02 - 06:33] Speaker 0
 ya enggak maunya jadi perantara juga memang kan humas itu kan dua ya fungsinya keluar dan ke luar ke dalam keluar itu artinya menjadi jembatan kepada masyarakat luar mengenalkan TK Abah 25 ke dalam membuat suasana nyaman dengan teman-teman gitu teman-teman itu betah yoi sebaliknya yang berkaitan dengan kenyamanan SDM menjembatani antara atas dengan bawah ketika ada konflik atasan dengan bawahan ya masih yang berperan ya
[06:33 - 06:46] Speaker 1
 kayak ada koordinasi antara SD sama TK itu harinya kan ke usaha siang ya gitu aja jadi enggak punya program yang khusus gitu gak punya
[06:46 - 07:05] Speaker 0
 terus misalnya nih Ustadzah kalau itu menjadi program bersama gitu ya Ibarat kata-katanya itu program bersama bukan program khusus dari sekian banyak program kegiatan yang diajukan TK yang nyatuk artinya punya hubungan dekat dengan humas tuh apa saja Hai
[07:09 - 07:26] Speaker 1
 kayak dengan adanya tambahan TU kita dungkan cuma satu latihunya kan sekarang 2 satunya itu kan sebagai timid it Ontar salah satu yang membantu usaha siang dari segi umas pemasaran Oh
[07:27 - 07:30] Speaker 0
 jadi tim itu apa bikin layar-layar
[07:30 - 07:32] Speaker 1
 video yang
[07:32 - 07:35] Speaker 0
 mengelola ini ya apa Medsos ya
[07:35 - 08:14] Speaker 1
 Oke terus sekarang kita juga sudah sudah punya nomor WA khusus itu salah satu salah satu programnya Ustadzasyam yang terrealisasi tahun ini untuk informasi lewat admin sekolah terus ada ini juga apa WA group bersama namanya itu grup interaksi jadi ada grup besar TK dari KB TKA TKB biasanya kan grup itu kan satu kelas
[08:14 - 08:16] Speaker 0
 satu jenjang satu
[08:16 - 08:18] Speaker 1
 jenjang satu jenjang
[08:18 - 08:23] Speaker 0
 kan nanti per kelas per kelas kan ada kan satu jenjang ternyata TKA semua TKA
[08:23 - 08:39] Speaker 1
 tapi kan ada A1 A2 A3 itu per kelas namanya per kelas sekarang semuanya satu sekolah jadi setiap ada ada informasi pemberitahuan itu kita ser disitu dan disitu itu kita nonaktifkan komentar
[08:39 - 08:40] Speaker 2
 jadi
[08:40 - 08:42] Speaker 1
 khusus untuk pemberitahuan saja
[08:43 - 08:44] Speaker 2
 jadi wali
[08:44 - 08:51] Speaker 1
 murid yang mungkin ketinggalan informasi kalau di grup kelas itu bisa lihat di grup interaksi besar itu karena itu
[08:51 - 08:58] Speaker 0
 berarti sama semua wali murid Oh gitu ya ya ya itu besar berarti apa itu telepaket tele wa
[08:59 - 09:00] Speaker 1
 wa wa
[09:00 - 09:02] Speaker 0
 oh masih muat kita
[09:02 - 09:04] Speaker 1
 yang
[09:08 - 09:13] Speaker 0
 dibatasi-batasi kalau lebih kan pakai telegram Oh itu ya ya
[09:13 - 09:37] Speaker 1
 jadi soalnya kita itu juga dapat masukan karena di grup kelas itu banyak yang sudah komentar banyak yang udah bertanya akhirnya kan yang manis nyimpak-nyimak kan ketumpuk jadi nggak fokus sama info-info awal gitu loh gitu itu juga masukkan dari wali
[09:38 - 09:38] Speaker 0
 murid
[09:38 - 09:43] Speaker 1
-muri murid Oh iya gitu Oh Masya Allah itu kan apa
[09:43 - 10:07] Speaker 0
 ya ya oleh saling melengkapi laus apalagi program yang keluar misalnya yang keluar mungkin menjalin kerjasama dengan apa yaitu salah satunya yang saya tanyakan kemarin sadamuniroh bekerjasama dengan RT-RT jalan-jalan posyandu jalan oke kok
[10:08 - 10:22] Speaker 1
 posyandu bentar-bentar kok mau bikin tadi adik apa adik Hai kamu sudah saling tetap kamu tetap Oh
[10:27 - 10:30] Speaker 0
 iya iya yang posyandu itu gimana jalan tak
[10:31 - 10:42] Speaker 1
 kalau yang posyandu Itu bukan program rumors us kita ngadakan adanya kerja sama sama kau siang itu berkaitan dengan PBDB jadi itu salah satu programnya PPDB
[10:43 - 10:56] Speaker 0
 ppdb tapi kan ada di bawah rumah soh Iya artinya Kakinya tetep dibawak er A bird jam connector rtt sekitar sekolah ya Iya
[10:56 - 11:24] Speaker 1
 ke RT rく sekitar sekolah Kayak kemarin Kita dia W itu minta kan kerja sama sama PHP itu Swazi marke imana bits Cukup PKK juga jalan kita datang ke balai desa minta izin untuk ngasih eh apa namanya selebaran brosur itu surat untuk undangan kegiatan air itu kita ke balai desa-balai desa kita terjun ke PKK dibantu sama ibu PKK
[11:25 - 11:27] Speaker 0
 terjun ke PKK tuh ngadain kegiatan apa ayo
[11:27 - 11:30] Speaker 1
 undang mengundang ibu ibu ibu PKK
[11:30 - 11:31] Speaker 0
 turut
[11:31 - 11:41] Speaker 1
 mengundangkan di PKK itu kita biasanya ada tuluh us kok kok kok PKK ya posyandu yang posyandu tapi yang
[11:41 - 11:45] Speaker 0
 posyandu kan juga kegiatannya PKK sebenarnya Iya
[11:45 - 11:55] Speaker 1
 yang posyandu itu kita ada dua kan bus kegiatan posyandu kalau yang di PPDB itu kan pemeriksaan Nah kalau yang diaiwa Keman tuh ngundang
[11:55 - 11:58] Speaker 0
 ngundang ibu-ibu PKKnya
[11:58 - 11:59] Speaker 1
 terus
[11:59 - 12:17] Speaker 0
 ibu-ibu ke PKK nya tuh cuman datang untuk kegiatan apa beliau membawa anak-anak mendaftarkan Oh mendaftarkan anak-anak untuk apa ikut meramaikan lomba ramaikan lomba Oh gitu itu ya berapa tahun itu udah jalan masih satu
[12:17 - 12:17] Speaker 1
 tahun
[12:17 - 12:18] Speaker 0
 itu
[12:18 - 12:18] Speaker 1
 satu
[12:18 - 12:18] Speaker 0
 tahun ini kalau
[12:19 - 12:19] Speaker 1
 yang
[12:19 - 12:21] Speaker 0
 termasuk program baru ya
[12:21 - 12:24] Speaker 1
 yang posyandu itu sudah dua tahun ini Oh
[12:24 - 13:10] Speaker 0
 yang mengundang ibu PKK nya baru setahun ini posyandunya sudah dua tahun Oke berarti yaitu yang dimaksud adi apa tesis saya itu kan mencari perannya humas untuk meningkatkan mutu sekolah iya kan artinya ketika ada kegiatan apapun baik itu dari program kurikulum ketika misalnya ada masukan dari luar lewat humas kemudian humas breakdown kepada kurikulum kan akhirnya nanti jadi kegiatan sekolah yang notabene nanti akan mencuatkan mutu dari TK abad 25 itu yang saya mau kupas di resi saya ini
[13:10 - 13:17] Speaker 1
 ini kita besok itu rencananya usah depan tuh pengen MOU dengan psikolog Oh
[13:17 - 13:27] Speaker 0
 ya kemarin diceritakan sama Ustadz Miroh ya terkait apa ininya wali murid ya yang banyak komplain Iya
[13:27 - 13:51] Speaker 1
 sekarang itu ternyata ketika ada masalah itu wali murid itu tidak beda gitu loh reaksinya wali murid sekarang sama dulu tuh beda kalau reaksinya wali murid dulu itu sama-sama memahami kondisi anak tapi yang wali murid sekarang itu enggak enggak memahami anak justru dia cari amannya sendiri anaknya itu loh enggak kayak gitu gitu loh
[13:53 - 13:54] Speaker 0
 belani anak itu
[13:54 - 14:11] Speaker 1
 kayaknya kok itu yang bikin anak jadi generasi strobel selama ini satu tahun ini kita evaluasi kok kayaknya kita perlu deh adanya konseling konseling itu yang memang khusus untuk itu tadi lho mempertemukan di
[14:11 - 14:19] Speaker 0
 TK belum ada BK memang ya berarti itu memang dibutuhkan ya
[14:20 - 14:20] Speaker 1
 apa ya guru
[14:20 - 14:40] Speaker 0
 BK iya guru BK sekaligus apa umas ya kayak gitu ya soalnya menjembatani dua orang ini jadi BK itu khusus konseling saja ketika ada sesuatu contoh ya ketika tahun saya kemarin kan ada masalah juga dengan wali murid ya mending gitu sampai sama
[14:40 - 14:42] Speaker 1
 sekarang ya gitu temanya
[14:42 - 16:06] Speaker 0
 bermasalah dengan mantan al-ikhron masjid ungrus itu cuman beliau sudah almarhum Bapaknya tinggal istrinya itu sampai sampai menimbulkan trauma psikis kepada Ananda sehingga ini yang harus turun tangan saya Ustadz Adita selaku BK saya Umar dan wali kelasnya jadi wali kelas sebelum masuk saya sama sadari yang menyampaikan kepada wali murid yang waktu itu komplain ke sekolah kan sampai minta pertanggung jawaban ingin dipertemukan dengan pihak keluarga yang lainnya ada yang satunya gitu nah sebelum itu terjadi kan harus kita selesaikan dulu nah itu perannya saya sama sadari tak kemarin jadi bukan bukan harus tumpang tingdeh BK dengan Umar tidak dia ada kerjanya sendiri-sendiri dan bisa kerjasama kalau itu terkait dengan permasalahan-permasalahan kayak misalnya contoh kemarin ada masalah juga dengan pavingan-pavingan sih fasum yang di sekitar sana itu dengan Pak RT gitu itu Umar terus waktu itu karena kebetulan ke beliau bekas dosennya BK kalau nggak gitu dosennya Ustadz Adita ya saya gantung Ustadz Adita
[16:06 - 16:07] Speaker 2
 ya ada
[16:07 - 16:16] Speaker 0
 kerjasama di solusinya gimana dicari bareng bareng bukan menjadikan dua tanggung jawab ke satu orang
[16:16 - 16:17] Speaker 2
 tidak
[16:17 - 17:14] Speaker 0
 apa-apa nanti cari guru BK berarti itu kan salah satu juga program yang digagas ya mungkin mendatangkan ini di awal pembelajaran Prestada apa itu psikolog untuk Natarwali murid itu itu penting itu kayaknya kan gitu foto tentang bajunya bahwa ketika anak dibully aja Hai Vamos saya ngundang Bu Anikristina' itu kan begitu atau di meski agar anaknya akan endang ini ya kuntung mau整oe kalau kemudian kemudian tinham visitor itu ke andro 같은 di tempat ini ini saya mengundang bu Anikristina itu kan begitu atau dimestrikan danремas itu jadi ya ini saja 94 dan appreciate BK kita kalau. Jadi kan datang atau enggak, saya enggak tahu Benar-benar Itu saya ngundang, itu psikolognya Al Hikmah Saya ngundang dari Batu karena beliau kan kebetulan ditempatkan di Batu Beliau yang mengisi itu pas lagi ada masalah di ICP Rame itu kan di ICP
[17:15 - 17:26] Speaker 1
 Sekarang ya gitu, sekarang lagi trennya gitu Sekarang jadi kalau ada masalah ya sama anak Itu tuh yang diminta bukan sikapnya sekolah ke anak,
[17:26 - 17:27] Speaker 2
 responnya
[17:27 - 17:48] Speaker 1
 orang tua gimana kalau anaknya seperti ini, gitu Itu yang dipertanyakan, sekarang itu wali murid itu kalau, Us, apakah sudah dikonfirmasi ke orang tua? Gitu, itu yang dipertanyakan, bukan gimana sekolah mengatasi, enggak Nah, itu gimana orang tuanya, Us? Lagi anaknya sudah
[17:48 - 17:49] Speaker 0
 akur,
[17:49 - 17:50] Speaker 1
 orang tuanya
[17:50 - 17:50] Speaker 0
 enggak
[17:50 - 18:13] Speaker 1
 akur Nah, orang tuanya sudah tahu apa belum, responnya gimana, gitu Seharusnya kan itu bukan ranahnya juga ya orang sama wali murid, gitu Karena kalau memang selagi, kalau saya, saya juga kena, Us, akhirnya dulu tuh sempat ada tanda kutip itu menilai saya itu pilih kasih Karena menurut saya itu sudah selesai di kelas,
[18:14 - 18:14] Speaker 2
 enggak
[18:14 - 18:46] Speaker 1
 saya teruskan ke wali murid Gitu loh, tapi ternyata masih belum melak, ini, belum terima, belum legowo menerima, gitu Kalau menurut saya kan kalau memang anaknya di kelas sudah selesai, sudah minta maaf Dan anaknya sudah bermain bersama, sudah selesai, tapi ternyata enggak saya lanjutkan ke orang tuanya Tapi ternyata orang tuanya yang satunya itu menilainya saya menutup-nutupi, gitu loh Menutup-nutupi perilakunya ini, gitu Mungkin
[18:46 - 19:14] Speaker 0
 barangkali kedepannya begini, Ustada, ketika ada sesuatu kejadian, gitu Contoh kemarin, anak saya itu dharma, tahu kan, kan atau mewek-mewek, ada ya Tapi ternyata kalau di, apa, di ini juga, yo, bisa juga kadang dia akan, saya, saya ajari memang Lucky, teh, gitu Terus suatu waktu kemarin itu, Fardan itu tangannya kejepit Iya, tahu, cerita
[19:14 - 19:15] Speaker 2
 Iya,
[19:15 - 20:35] Speaker 0
 saya anggap ya Ketidaktahuan dharmaja, gitu Ya, kecelakaanlah Ketidaksengajaan kalau menurut saya Dan saya tidak menutupi itu Saya telpon ibunya Saya kabari Bunda, ini anda-anda tadi kejepit Sekarang istirahat di UKS Menurut pemeriksaan petugas UKS-nya sih, alhamdulillah botan menopo Tadi saya coba gerakan jarinya, enggak apa-apa Artinya kan berarti menurut kasat mata kami Tidak ada yang patah Karena kalau ada yang patah kan pasti tidak bisa digerakkan Mungkin memang nantinya bakal, apa Bungka Bungka, tapi insya Allah, alhamdulillah sudah diberi trombopo sama Ustazah Nur Sekarang anaknya, saya suruh tidur, Bund Cuma tahan setengah jam di UKS, terus balik ke kelas Tapi kok terlihat ngantuk, karena memang baru masuk kan Terus sekian hari enggak masuk, sakit, gitu Kok terlihat ngantuk, saya suruh tidur lagi, Bund Tapi tidur di kelas, saya hamberin Karpet, saya selimuti Sama mukena saya biar tidur Nanti mohon dijemput Jadi mungkin lain kali diceritakan Tapi ini sudah selesai kok Jadi saya sampaikan Ini ketidaksengajaan Mas Dharma Kalau menurut saya Karena tidak tahu kalau ternyata ada tangan temannya di bawah Sehingga ketika nutup pintu kecepit
[20:35 - 20:36] Speaker 2
 Tapi
[20:36 - 21:18] Speaker 0
 insya Allah Mas Dharma sudah minta maaf Karena tidak tahu Ketika saya tanya itu Aku tidak tahu Kalau ternyata Fardan itu tangannya masuk begini Jadi pas aku nutup Pintu kecepit Beneran Beneran Ustazah Demi Allah Oh iya Ustazah Tidak apa-apa Alhamdulillah berarti namanya anak-anak Kebetulan ibunya memang luar biasa Namanya Fardan Orangnya itu welcome banget Kalau sama Pengalaman Dan beliau yang selalu membela kami Guru-guru di hadapan wali murid yang lain Jadi Itu nomor satu beliau Iya Di TK
[21:18 - 21:18] Speaker 1
 juga
[21:18 - 21:30] Speaker 0
 gitu Iya Karena kemarin kejadian kan Masa saya kumas itu Sampai mau berantem itu di ruang auditori Wali murid itu Ya mamanya Fardan itu yang jadi gerda terdepan Membela Ustazah Karena
[21:32 - 21:39] Speaker 1
 semuanya itu kan Dimana ada si Ustazah Yang disengaja Betul
[21:41 - 23:44] Speaker 0
 Misalnya kayak gini Kayak Dharma gak nyelesaikan Itu ya Fardan Ini foto Ustazah Saya kirim Cret Bunda punten Ini pekerjaannya mas Dharma Disembunyikan di loker Sampai berapa mabel ini gak dikerjakan Loh ala Ustazah Kok iso tali anak gue Punten barangkah lidi Motivasi lagi di rumah Kalau di sekolah emang gak kurang-kurang Ini saya juga gak tau Kalau gak selesai pun Ternyata guru mapelnya bilang Ustazah disembunyikan Tidak lama lagi Ustazah blogger Ustazah banyak ternyata Masya Allah Ustazah Terima kasih ya Ustazah Saya foto langsung saya ini kan Tapi gak usah dimarahi Diajak bicara aja Ditanya kenapa kok gak selesai Biasanya kalau pas saya turun terakhir Itu kan mesti sama saya turunnya Itu kayak gini Gak perlu nangis Kalau nangis mari ta Kak mari pekerjaanmu Nangis Kerjain bukan nangis Tak tungguin sama Ustazah Mesti makan terakhir apa-apa Kadang-kadang tungguin sampe mari Makan terakhir Ya itu Mentalnya belum kuat Belum tatak gitu loh Makanya saya sampaikan ke bunda Ajari Ananda untuk tatak Lucky gitu Kalau nangis lagi nih Lucky Oh bukan perempuan Lucky Kadang-kadang tiba-tiba aku diguyuh Aku gak kuyuh darah bagus, kuyuh alamu. Soalnya kotor. Mungkin nanti bisa diberitahu, diinfokan, sebelum anaknya yang bercerita. Barangkali seperti itu. Tapi itu sudah selesai, Bun. Ananda sudah minta maaf, soalnya tidak mau ulangi kembali. Itu kemarin Bu Ani Kristina juga ngasihnya seperti itu. Ajari putra kita self-defense. Bisa membela diri. Tidak mudah dibuli oleh teman-temannya.
[23:46 - 23:46] Speaker 2
 Dan tidak
[23:46 - 23:52] Speaker 0
 gampang madul. Itu yang disampaikan sama Bu Ani Kristina kemarin. Karena sempat rame
[23:52 - 24:09] Speaker 1
 juga di IC. Itu penting, itu besok juga. Kayaknya besok itu parenting, Us. Bukan cara mendidik anak. Bukan cara gimana percaya sama sekolah yang di parenting itu. Orang tua itu sekarang kayaknya itu. Di awal tidak ada
[24:09 - 24:12] Speaker 0
 MOU sama orang tua? Tidak ada. Itu dibikin mulai tahun depan.
[24:13 - 24:27] Speaker 1
 Gini, Us. Saya khawatirnya. Sebetulnya kita sudah survei. Sudah tanya sama berapa sekolah. Berapa sekolah ada yang memang berani MOU. Saya takutnya nanti dengan adanya MOU malah menurunkan customer. Jadi
[24:27 - 24:32] Speaker 0
 MOU-nya begini. Bersedia untuk kooperatif dengan sekolah.
[24:34 - 24:34] Speaker 2
 Dengan program
[24:34 - 24:47] Speaker 0
-program sekolah. Kalau ditanya apa saja, satu. Kalau ada kegiatan, dimaksimalkan, Gebu. Diusahakan bisa datang. Terutama ketika ada co-parenting bersama orang tua.
[24:47 - 24:47] Speaker 2
 Yang
[24:48 - 25:08] Speaker 0
 kedua, ketika terjadi masalah dengan anak-anak. Bicarakan kepada kami. Bicarakan baik-baik. Tidak langsung ke yang bersangkutan. Kita selesaikan dulu. Kita cari akar permasalahannya. Seperti apa dan bagaimana. Nanti baru tahap berikutnya seperti apa. Kan ada tahapan-tahapannya. Sekarang itu tidak
[25:08 - 26:10] Speaker 1
 begitu. Sekarang wali murid itu, Us. Wali murid itu langsung nabraknya ke sesama wali murid. Padahal dulu itu saya sudah pernah menyampaikan pada saat sosialisasi. Buku panduan. Di buku panduan kan memang ada nama, ada alamat, ada nomor telepon. Maksud kita itu mencantumkan hal itu. Itu hanya untuk data. Oh ini loh. Namanya teman-temannya anakku. Rumahnya di daerah sini. Saya sudah sampaikan. Bunda. Data yang ada di buku panduan ini. Mohon untuk tidak disalahgunakan. Saya sudah. Nanti kalau ada permasalahan apa-apa dihubungi langsung. Itu kan termasuk disalahgunakan Bunda. Saya sudah. Saya warning loh di awal itu. Tapi ternyata warningan saya itu tidak malah jadi. Peringatan malah jadi seperti perintah. Jadi kalau ada apa-apa itu. larinya itu ke sesama wali murid nanti atau digodoh di grup? kalau
[26:10 - 26:39] Speaker 0
 saya dulu ya, waktu kasusnya Fatir sama Asker itu kan patah giginya Fatir, ya tetep nggak saya izinkan langsung nembung selesaikan dulu di kami, di level kami ketika di level kami sudah jelas, clear ini siapa yang salah, siapa yang gini, baru kita pertemukan saya pertemukan tuh, mamanya Fatir sama ayahnya Asker sama ibunya Asker di jembatan saya sama Ustada Eli Selaku Walas
[26:39 - 26:40] Speaker 2
 nah
[26:40 - 27:37] Speaker 0
 itu ketemu kesepakatan, ganti rugi, apa itu namanya biaya lah, maruhan untuk penyembuhan ke dokter gigi itu sudah selesai, dan selesai sampai disitu, ya salaman sampai disitu tidak akan berlanjut, yang namanya anak-anak lagi bermain, nah itu kan mesti saya kalau apa-apa tuh saya rekonstruksi ulang, sampai kejadian seperti itu posisi kamu di mana awalnya terus siapa saksinya, itu saya rekonstruksi ulang jadinya saya tahu, anak-anak bisa mengelak kalau sudah begitu oh ini kesalahan ada di saya, kan kadang ada anak yang mengkambing hitam kan temannya toh, nah itu kan harus jelas siapa saksimu, oh ini saya datangkan nah gitu kalau ATK bisa dong Ust? bisa anak-anak sekarang kan peniru ulung, terbaik iya benar oh mereka main drama-drama yang mampu kok
[27:38 - 27:44] Speaker 1
 benar benar benar iya itu harus di ini ya itu termasuk saran untuk Ust, itu bisa kita pakai lah kalau memang
[27:44 - 28:36] Speaker 0
 terjadi permasalahan iya kemarin juga di kelas 1 tafet itu waktu tidak ada Ust. Ardi sama Ust. Dhahir, kan saya yang di ini itu ada yang mukul pakai sejadah itu, sampai sininya merah itu saya ini, kamu di mana tadi posisinya? aku di situ! stop! ada dulu yang ngomong yang ngomong yang bersangkutan dulu, kamu di mana posisinya? tanyain satu-satu, kamu yang menyaksikan siapa? kamu yang menyaksikan siapa? ya itu yang terlibat yang lainnya saya suruh keluar posisikan, tadi seperti apa? bagaimana? praktekkan lagi, praktekkan lagi kalau bilang, lupa? nggak, nggak mungkin lupa lah baru aja terjadi kok, masa lupa? gimana tadi ininya? gulung-gulung gitu, anak-anak kan bisa meraktekkan itu baru kan ketahuan, siapa yang memulai, siapa yang bersalah baru nanti kita bisa jelasin ke orang tuanya
[28:37 - 28:38] Speaker 1
 kejadiannya
[28:38 - 28:44] Speaker 0
 seperti ini dan itu direkam, Ust. sampai wali murid minta
[28:44 - 28:45] Speaker 1
 CCTV itu kan itu Ust.
[28:46 - 29:47] Speaker 0
 nggak, maksudnya kita yang rekam ketika reka ulang itu, adegan itu biar tahu inilah posisi anaknya tadi begini, begini jadi ketika ada masalah, kita sampaikan sudah direka ulang bangbun putranya sedap bercerita awalnya seperti ini kejadiannya gitu kalau saya sama usada Laila yang saya takutkan kalau di kelas tukang Fatah itu Iya karena sering bela bolak-balik ceritanya ya makanya saya selalu dari TKP itu sampai gurunya kena lu saya gini kan Mas Mata gimana dari posisinya enggak mau saja posisi kamu dimana saya tadi di sini Ustadz Raihan dimana Mirza dimana sudah enggak mau ya enggak mau Ustadz asal terima cerita posisinya sekarang di mana siapa yang duluan wajib Ayo peragakan baru ketahuan kan enggak bisa ngelak dia berarti Mas Fatah yang salah kalau saya terus terang Ustadz Mas Fatah jangan karena Mas Fatah sakit teman-temannya diminta memahami terus Mas Fatah saya enaknya
[29:47 - 29:48] Speaker 1
 enggak
[29:48 - 30:29] Speaker 0
 suka Ustadz Tika tetap marah walaupun Mas Fatah sakit kalau Mas Fatah salah saya sampaikan begitu dan saya punya buktinya Ustadz rekam lo ya adegan ulang ini enggak saya gitu kan Ustadz enggak bisa ngelak dia karena mani mulet kan kadangnya Ustadz cerita anaknya kadangkan ditelan mentah-mentah Iya kita harus punya buktinya supaya kita tidak terpocok gitu nah itu itu saya kedua Ustadz pertanyaannya program yang paling berhasil itu di TK Aba yang membuat masyarakat tertarik ke TK Aba Iya
[30:29 - 30:29] Speaker 1
 apa
[30:29 - 30:30] Speaker 0
 tuh
[30:30 - 30:53] Speaker 1
 yaitu tadi dengan adanya kita aktif di sosmed terus umasnya jalan kan kalau orang lihat sosmed ah bagus nanti Ustadz Siam itu kan komunikatif sekali Ust nanti itu langsung di lanjut wa Ustadz Siam Ustadz Siam nya komunikatif akhirnya beliaunya mau ke sekolah lihat-lihat
[30:53 - 30:54] Speaker 2
 gitu
[30:58 - 31:07] Speaker 1
 pengaruh di PPDB itu dengan adanya sosmed itu itu perannya
[31:07 - 31:33] Speaker 0
 besar ya berarti perannya besar itu yang paling banyak di dilihat atau dibuka viewernya oleh orang itu IG FB Instagram Instagramnya paling banyak tiktok belumnya padahal banyak belum belum belum kita belum sampai karena situ oke terus kira-kira menjenengan sebagai guru ya kan katanya program umasnya itu dibicarakan bareng-bareng
[31:33 - 31:34] Speaker 2
 untuk
[31:34 - 31:43] Speaker 0
 kedepannya punya program apa yang sekiranya bisa membantu TK Aba lebih awal
[31:47 - 32:37] Speaker 1
 kayak sarannya Ustadz tadi kata di Loos itu tuh kayaknya perlu ya kayak gitu dikomisi-komisikan terus punya program sendiri kayaknya itu memang perlu kekurangan kami di TK itu kan kita itu rumah manajemen 4 orang ini juga pegang kelas jadi kan gak bisa maksimal sebetulnya kalau kita mau berpikir lebih kelas lagi ya lebih spesifik lagi, lebih detail lagi itu sebetulnya banyak banyak yang kayaknya kita memang perlu gitu loh dari sisi humas, dari sisi surplus, dari sisi kurikulum itu kita perlu tapi karena kita itu jalannya itu apa ya apot,
[32:37 - 32:38] Speaker 0
 bareng-bareng,
[32:38 - 33:37] Speaker 1
 banyak yang dipegang ya kelas tahun capali murid tahun cap siswa tahun capali murid nah itu, akhirnya kan ini hanya tambahan jadi gak ter terpangan serius sebetulnya kalau mau di fikirkan lebih konsisten itu kita tuh harus punya MOU dengan ini, kita harus seharusnya itu harus ada apalagi di level TK apa gitu loh yang ruang lingkupnya sudah luas gitu loh, sudah banyak orang yang kenal pesaingnya banyak pesaingnya banyak wali murnya juga kan secara pendidikan juga pendidikannya sudah tinggi tinggi kan? memikir secara ekonomi ekonomi juga nah itu tuh sudah sudah harus ada yang memikirkan sendiri humas surplus itu harus ada yang memikirkan sendiri karena sebetulnya us detail-detailnya itu banyak sekali kekurangan
[33:39 - 33:42] Speaker 0
 pernah mengadakan studi banding pernah kemana kalau
[33:44 - 34:03] Speaker 1
 di akhir-akhir ini selama Corona ya selama Corona itu kita belum ada studi banding bersama tapi kalau studi banding penggerak itu kan pernah mengadakan studi banding itu yang berangkat tiga orang ke
[34:03 - 34:31] Speaker 0
 mana ke Solo sama-sama Muhammadiyah sama TK batik itu kayaknya Oh TK batik TK batik itu apa minyaknya miliknya ini ya TNI AL bukan-bukan Oh miliknya apa tuh TK batik umum-umum berdoanya aja ragam Oh gitu Kenapa harus milih kesana ke enggak milih sekolah Islam kan penggerak us kalau penggerak itu
[34:31 - 34:35] Speaker 1
 kan kita studi bandingnya itu dalam naungan sekolah penggerak itu
[34:35 - 34:36] Speaker 0
 coba
[34:36 - 34:37] Speaker 1
 nanti
[34:37 - 34:41] Speaker 0
 diajukan studi banding sendiri TK
[34:41 - 35:31] Speaker 1
 sebetulnya tahun ini ada program studi banding tapi enggak terrealisasi menentukan sekolahnya itu yang kayaknya repot dan enggak seapa repotnya begini sudah sempat survei dulu ke Bojonegoro ketika Aisyah Aisyah atau apa ya sudah sempet survei sudah ke sana tapi ternyata penilaiannya penilaiannya pengurus dan penilai penilaiannya Ustadz ini berbeda halah sama aja kayak sekolah kita gitu menurut pemaparannya Ustadz yang padahal ada sisi-sisi dari sekolah itu yang bisa kita ambil menurut eh sadar-sadar dari penjelasannya usaha siang Oh ya Ustur nanti kita bisa lihat usin tapi
[35:32 - 36:43] Speaker 0
 dari pengurus ya Hai misalnya coba diajukan nya tidak ke sesama Muhammadiyah out of the box lah enggak sejauh-jauh alfala alfala al-azhar Iya yang yang menurut saya cuman ya enggak bisa seberapa jauh lajar aneh selisihnya gitu selisih kualitas ya karena saya kan pernah pernah ada di al-azhar 51 kan dulu jajarlah SD sama ATK nya gitu di Surabaya juga saya pernah sana ya Gajah bedalah ininya dengan dengan tk � Kyuhats makan kita mesti kulaan mungkin ada yang baru disana saya hasil biasanya pakai-pakai tema Ya mungkin ya karena dananya besar ya Jadi tiap tiga bulan itu ganti kelasтор ditema ketika trial banyak apapun ada temanya misalnya tahun ini yang saya lihat di statusnya Bu Rere itu trailnya itu bertema apa itu Popeye si pelaku
[36:43 - 36:46] Speaker 1
 temennya usaha satu Bu
[36:46 - 36:47] Speaker 0
 Rere
[36:47 - 36:55] Speaker 1
 itu aktif dibuat kan ikut sekolah penggerak satu-satu angkatan sama usaha satu-satunya juga Iya
[36:56 - 36:57] Speaker 0
 cobalah
[36:57 - 37:06] Speaker 1
 sekali-sekali kesana enggak usah jauh jauh jauh Deus saya itu sering lulus ini sama tetangga sekolah tetangga yang apa RC
[37:07 - 38:07] Speaker 0
 RC kebetulan kan saya itu tapi serak gaunya RG itu enggak se ini gaunya al-azhar al-hikmah al-fala enggak sebesar RG hanya gaunya disini saja ya belum sampai keluar-keluar SD nya juga begitu Ustada artinya kayak misalnya pencapaian prestasi gitu ya itu gaunya enggak ada di level Dignas itu enggak ada belum nampak Kan satu ini sama kita kan sama Dignas Taman belum belum belum keluar belum nampak Alhamdulillah selama ini yang sering dapat amanah itu justru Ikrom seringnya dapat amanah walaupun dari sisi fasilitas ya kalau mau dibandingkan sama RJ kan jauh jauh banget memang sana menangnya fasilitas tapi yang tahu dalemnya kan orang Dignas seperti apa dan bagaimana ininya sekolah manajemennya kan Dignas yang begitu itu
[38:07 - 38:31] Speaker 1
 sudah sempet uh saya tanya-tanya program fasilitas dan sudah sempet saya sampaikan ke pengurus ya katanya beda-beda gitu ya gimana mau disana kan memang manajemennya bagus us teka itu sebetulnya manajemennya itu masih kurang
[38:32 - 38:33] Speaker 2
 kurang
[38:33 - 38:43] Speaker 1
 karena enggak ada yang mengelola sendiri beda kalau SD SD kan ada kurikulum sendiri kesesuaian sendiri yang enggak pegang kelas ya
[38:44 - 38:46] Speaker 0
 enggak pegang enggak pegang kelas ngajar juga sedikit
[38:47 - 38:47] Speaker 1
 saya
[38:47 - 38:53] Speaker 0
 dulu cuma dapat 12-16 jam gitu nah 24 ke atas
[38:53 - 39:26] Speaker 1
 sedangkan teka kan full us hebat yang teka-teka itu sebetulnya itu saya gini aduh akhirnya jalannya itu enggak maksimal kalau mau bikin perubahan itu ya harus pelan-pelan tadi loh pelan-pelan satu-satu dirubah gitu nggak bisa langsung dan sama seus kita-kita kan satu naungan ya Nah pengurus kita kan by data ya by data kan intanya by data by data dan kalau mau ada apa-apa kan perencanaannya juga harus
[39:26 - 39:27] Speaker 2
 jelas
[39:27 - 39:36] Speaker 1
 kalau kita menyetuskan satu ide tapi kita enggak punya perencanaan kan dianggap ngomong doang
[39:36 - 39:36] Speaker 2
 Iya
[39:36 - 39:38] Speaker 1
 kan iya
[39:38 - 39:39] Speaker 0
 nah
[39:39 - 40:01] Speaker 1
 sama kayak tadi misalkan kita pengen kerjasama dengan BK atau kita mau ada MOU gitu ya saya kita-kita itu harus menelan nanti itu kelebihannya apa kekurangannya apa dampaknya apa nanti MOU nya itu harus sudah bikin baru kita
[40:03 - 40:31] Speaker 0
 kalau menurut saya nggak perlu bikin MOU cukup loker buka loker dicari BK minimal punya pengalaman dua tahun di bidang sekolah dasar atau teka SD dengan TK kan lumayan gak seberapa jauh tapi kalau SMP itu kan sudah scoop ininya yang penanganannya kan berbeda dengan angani anak-anak kecil gitu jadi cari yang punya pengalaman di SD atau TK minimal dua tahun lah jadi nggak perlu MOU dengan pihak luar
[40:31 - 40:32] Speaker 1
 bukannya MOU sama
[40:35 - 41:02] Speaker 0
 berkaitan ya berkaitan humas ya berkaitan itu kan ya ya digodok di digodok di level manajemen nanti diajukan ke digdas gitu Insyaallah kalau digdasnya Open Thinking lah ya model-model Pak Kumari dulu diterima asalkan ada ininya dasar-dasar keputusannya itu loh ketika mengajukan itu bisa diterima logik
[41:02 - 41:05] Speaker 1
 tadi sama sama Iya
[41:06 - 41:13] Speaker 0
 Terus kalau kerjasama dengan TK TK TK lain gitu belum ya kalau sesama
[41:16 - 41:16] Speaker 1
 Aisyah sudah Ust
[41:17 - 41:19] Speaker 0
 TK Aisyah
[41:19 - 41:19] Speaker 1
 ayah
[41:21 - 41:22] Speaker 0
 kemarin misalnya apa
[41:22 - 41:53] Speaker 1
 bentuk kerjasamanya kalau dengan TK Aisyah kerjasama program biasanya eh kemarin ada kegiatan mana si Aji bersama Tuhan kemarin itu kita ada iwafair iwafair itu kita undang-undang TK TK lainan yang ada apa tutelernya ada tutelernya ada playgroup nya itu ada yang dari TK BPR itu TK TK sekitar setelah
[41:54 - 41:54] Speaker 0
 kita
[41:54 - 41:54] Speaker 1
 undang
[41:54 - 42:01] Speaker 0
-undang itu enggak ada ini ya istilahnya kayak persaingan gitu enggak ada ya dengan TK TK Aisyah itu yang punya tutelar itu
[42:03 - 42:10] Speaker 1
 enggak us karena kan sudah istilah pasaran kita sudah berbeda menjadari lah istilahnya
[42:10 - 42:12] Speaker 0
 segmentasinya beda iya
[42:12 - 43:10] Speaker 1
 pasarannya sudah beda Oh ya syukurlah kalau begitu iya meskipun TK TK lainnya kemarin iwafair ya awalnya kita menyadarkan kita punya kegiatan ini ya awalnya tapi tidak apa-apa itu didengarkan aja itu kan salah satu syiar kita dan banyak lho ternyata tutelernya tutelernya di sana nanti TK nya di kita itu tutelernya di atas Kiro BWI TK nya di bawah gitu banyak gitu loh enggak menutup kemungkinan gitu loh jadi ya pos-pos paut itu kalau ada kegiatan kita undang itu kemarin itu ada kegiatan kita undang itu kemarin itu ada kegiatan kita undang itu kemarin sempat ada P5 nya Ustadz Atatun tapi belum terrealisasi itu mau undang pos-pos yang kecil-kecil itu kita ajak untuk belajar bersama di TK kita itu tapi belum terrealisasi tapi itu
[43:10 - 43:21] Speaker 0
 sudah akan jadi program tahun depan apa sudah diprogramkan tapi belum terrealisasi sudah terprogramkan tapi belum terrealisasi belum terrealisasi apa yang menjadi
[43:22 - 43:51] Speaker 1
 kemarin itu hambatannya di momen karena berberapa namanya apa berdekatan dengan kegiatan aywa fair kalau ofer kan kita sudah mengundang untuk mengikuti lomba gitu loh kalau kita mengundang lagi untuk ada kegiatan misalkan belajar bersama gitu kan kok undangnya bolak-balik mungkin nanti bisa untuk berikutnya mungkin beli manya usai beli Manya kalau
[43:53 - 44:10] Speaker 0
 misalnya programnya kurikulum yang menjadi primadona yang bisa dijual oleh humas apa David David yang sekarang jadi primadona disana Iya banyak digemari Walimuret salah
[44:11 - 44:21] Speaker 1
 satunya itu David terus kita apa namanya ada boarding school boarding day itu berapa sehari semalam
[44:21 - 44:22] Speaker 0
 atau
[44:23 - 44:29] Speaker 1
 boarding day itu setiap Jumat tapi TKB saja setiap Jumat nginep nggak nginep sampai sore ya Oh
[44:29 - 44:35] Speaker 0
 sampai sore saja Oh gitu sehari toh di hari Jumat saja sehari
[44:35 - 44:36] Speaker 1
 aja di hari Jumat
[44:36 - 44:54] Speaker 0
 belum pernah sampai nginep semalam gitu pernah pernah nginep Mabit Oh Mabit itu ketika apa Romadhon Iya tahun ini berjalan lagi kah Insya Allah berjalan itu bisa jadi nilai jual kumas bisa bisa-bisa itu salah
[44:54 - 45:14] Speaker 1
 satu apa ya apa namanya Oh berarti eh yang di yang dikembangkan itu enggak cuman akademis aja tapi agamanya juga dibentuk disitu gitu loh kan nanti kan nanti anak-anak diajak travel bersama diajak shower bersama gitu
[45:16 - 46:30] Speaker 0
 pernahkah terpikir kerjasama dengan tpa tpa tpk tpq atau tpa tpq lah yang istilahnya ada anak-anak kecil-kecilnya belum yang bisa masuk masuk ke perumahan perumahan itu kan nih siar istilahnya emas masuk kalau kayak SD ya SD saya dulu tuh kan ketika jaman saya saya masuk ke masjid-masjid di perumahan saya datang Hai dengan takmir menyampaikan ada program berbagi Jumat berbagi itu saya bawa anak-anak kesana anak-anak yang bagikan dari situ akhirnya sampai bertanya lu ikram ke sekolahnya gimana yang disini di Taman Taman Indah Regency itu sampai tapi ikut dimana gitu sekolahnya dimana saya baru tahu ada sekolah gede sekolah bagus saya jalan-jalan ke daerah alu hangin nanti disana masuk ke Jalan Taruna diketengah lapangan wagi lu kalau lapangan wagi saya pulang balik melewat tapi dimana ada sekolah besar itu kan salah satu bentuk humusnya jalan memperkenalkan ada sekolah kepada usaha kalau
[46:30 - 46:47] Speaker 1
 anak-anak turun us ke jalan berbagi itu udah sering-sering kayak kemarin yang kemarin Tuhan juga cinta lebih gitu itu kan kita selipkan ini brosur kita di di bingkisan yang dikasihkan anak-anak ke jalan-jalan itu
[46:48 - 46:48] Speaker 2
 kan
[46:48 - 47:01] Speaker 1
 salah satu bentuk umas untuk memperkenalkan sekolah kita meskipun tuh yang lewat itu enggak tahu orang mana tapi kan setidaknya uh ada sekolah isya disini
[47:01 - 47:35] Speaker 0
 gitu pernah nyambung itu telur yang ada mendata tutor-tutor disekitar sini tutur tutur itu atau tpa penitipan anak belum belum belum sampai ke situ barangkali nanti bisa program selanjutnya diProj decrease harga ndata dimana ada tpa-tpa bisa ngajak anak-anak bermain ke sana sama kayak saya masjid itukan saya data kemarin daerah sini ada berapa masjid daerah sini masjid itu kemarin ada berapa shijikgeneration di sini ada berapa masjid zamannya saya sama usada dita itu mendata mesjid-mesjid mulai dari Bohar Kedung Turi kalau
[47:35 - 47:37] Speaker 1
 mesjid sudah didata untuk mendirikan jumat berkah
[47:38 - 47:38] Speaker 0
 itu
[47:39 - 47:59] Speaker 1
 kita sudah sampai ke PP lagi sana di PP lagi di belakangnya kita kan juga punya siswa di belakangnya Giant yang dulu jauh-jauh yang jalan promo jalan gunung
[47:59 - 47:59] Speaker 0
-gunung itu
[48:02 - 48:36] Speaker 1
 ada ada kita sempet kalau jumat berkah sampai ke sana jadi kita kirim nasi ke sana ke ke apa Terus kita sedihkan ininya alamat sekolah kita sosmed sekolah kita setidaknya kan orang tahu lah Oh ada TK apa di sini gitu sudah sampai sana kalau program khusus kok kayaknya belum ada ya bener sudah saya bilang tadi saya bingung jawabnya karena
[48:36 - 48:48] Speaker 0
 memang enggak ada program khusus ya itu mungkin nanti bisa diajukan ke dikas bahwa butuh komisi itu dipecah supaya lebih terkonsentrasi
[48:48 - 48:48] Speaker 2
 nanti
[48:49 - 48:59] Speaker 0
 baru ketika pleno itu diminta masukkan dari teman-teman atau barangkali juga kadang masukkan dari wali murid itu kan bisa dibuka ketika kita bikin program
[48:59 - 49:12] Speaker 1
 karena selama ini yang digodok sama urus itu bukan bukan hal yang seperti itu yang digodok itu lebih ke program kegiatan tahunan program kegiatan
[49:12 - 49:20] Speaker 0
 ya untuk sisa siswa itu dibutuhkan sebelum ada sisakan betul butuh ini dulu pemasaran dulu kan gitu
[49:20 - 49:31] Speaker 1
 ya sebetulnya kan gitu ya tapi selama ini itu yang diberitaskan jadi ketika rapat raker itu tuh yang dibahas itu program untuk siswa
[49:32 - 50:04] Speaker 0
 kalau sadariris merasa selama jadi guru apa yang perlu dibenahi dari sistem komunikasi dengan masyarakat luar supaya TK Aba bisa lebih dikenal lagi selama jadi guru mungkin punya penilaian kita kurangnya tuh kurang ginilah sehingga apa TK Aba tuh jadi begini atau saat ini mungkin terhambatnya jadi begini kalau
[50:08 - 50:28] Speaker 1
 komunikasi dengan masyarakat luar kayaknya sudah mulai bagus Ustadz kita itu komunikasinya pemasaran kita itu sudah mulai banyak tata inovatif inovatif gitu ya terus ya tapi kan tergantung lagi personality Ustadz yaitu kan berbeda-beda
[50:29 - 50:29] Speaker 2
 cara
[50:29 - 51:04] Speaker 1
 komunikasinya Ustadz itu kan berbeda-beda terkadang itu kan ketika ngomong sama ini nyaman menunggu sama ini tidak menemukan informasi yang penting ya kayak gitu loh us tapi tapi sebetulnya sudah bagus kita itu sudah kayak plakat di jalan raya sudah ada di pinggir jalan itu itu kan salah satu informasi cuman kemarin tuh kenalannya cuman di satpam itu kurang memberikan informasi itu
[51:05 - 51:15] Speaker 0
 tapi kalau mungkin kurang kurang ini pendekatan familiar kepada satpamnya kurang memperhatikan barangkali kurang
[51:15 - 51:19] Speaker 1
 memperhatikan barangkali kurang memperhatikan barangkali kurang memperhatikan barangkali kita kurang adanya pengarahan kayak gitu kalau
[51:19 - 51:26] Speaker 0
 kita mesti kalau ada acara kan mesti always katut satpam iya sudah kah sudah cuman
[51:26 - 51:33] Speaker 1
 kalau ada acara katut satpam tapi kan enggak semuanya acara
[51:35 - 51:52] Speaker 0
 ya acara-acara besar yang selalu melibatkan ada orang luar ke sana atau ada kita ada kita ada ada momen-momen perayaan besar gitu harus diperhatikan ya itu katut cuman ya itu tadi loh
[51:52 - 52:02] Speaker 1
 kayaknya satpamnya itu kurang kurang komunikatif kayak gitu-gitu dulu itu kemarin itu sudah banyak yang yang ngasih masukan di
[52:02 - 52:15] Speaker 0
 situ gitu pernah ini kan tadi katanya Ustadzah setiap Ustadzah itu berbeda-beda barangkali itu kan berarti terkait performen tiap Ustadzah ya
[52:15 - 52:15] Speaker 2
 sudah
[52:15 - 52:30] Speaker 0
 pernah ngadain pelatihan excellent service belum coba diajukan SD sudah pernah dulu masa saya saya mengundang Ustadzah Misbahulhuda yang waktu
[52:30 - 52:31] Speaker 2
 rakriti
[52:33 - 52:38] Speaker 0
 COVID-19 2021 pokoknya coffee kedua
[52:38 - 52:39] Speaker 2
 masa
[52:39 - 52:52] Speaker 0
 coffee kedua saya mengundang beliau itu sebenarnya yang diundang sampai ngurus perannya juga diundang lebih dada yang bisa datang ya kami waktu itu kayak gini
[52:52 - 52:54] Speaker 1
 kan masukkan musuh hati kan Oh
[52:54 - 53:54] Speaker 0
 ya kita perlu ya ya kami cuma waktu itu ya semua harus diikut satpam ikut ob ikut karena terkait dengan pelayanan kepada stakeholder dan wali murid sehingga kalau ada apa-apa performanya sama dan ditunjukkan itu sama baik itu satpam baik itu guru waktu itu wali murid walaupun mungkin seiring bertambahnya waktu ada orang baru ada ini tuh kadang akhirnya ada Miss lagi dan itu ya harus selalu di selalu diperbarui selalu diperbarui begitu dan tapi tetap tidak boleh lelah untuk mengingatkan bahwa kita membawa diri pribadi ini sebagai seorang marketing buat sekolah kita sendiri Apakah itu obik pakai itu satpam kadang kan dulu yang dikeluhkan Ustadzah sonah adalah eh siapa Abah ya Abah Wulfi
[53:54 - 53:55] Speaker 2
 itu
[53:55 - 54:19] Speaker 0
 kan kalau ada ada tamu cuma sekedar menunjuk begini di sana begitu berbeda dengan Pak Dim kalau Pak Dim Pak Dim kadang Monggo saya antar Nah harusnya kan sama jadi mau pelayanannya Pak Dim mau pelayanan Abah Wulfi standarnya adalah tamu diantar ke tempat yang dituju itu itu
[54:19 - 54:20] Speaker 1
 satpam kamu nggak dapet kayak gitu itu
[54:21 - 54:25] Speaker 0
 kan diikutkan kemarin ketika excellent service
[54:25 - 54:35] Speaker 1
 pelatihan dapet kayak gitu saya om itu harus apa harus tanya dari mana itu enggak dapet berapa ya begitu
[54:36 - 54:36] Speaker 0
 Iya
[54:36 - 54:38] Speaker 1
 edukasi kayak gitu dia dapet gitu
[54:39 - 55:20] Speaker 0
 itu kan kemarin waktu pelatihan excellent itu plus penampilan juga diperhatikan kalau Pak Miss batu dulu guru nggak boleh kucel nggak boleh kumus-kumus kemudian harus memakai bedak standarnya bibir tidak pucat selalu terlihat seger paling enggak pakai parfum maka apa ini jam tangan pakai sabuk pakai dasi standarnya kemarin kami sebah itu itu yang saya mudah diterapkan kepada saya dan teman-teman kalau dia al-azhar mereka nggak boleh pakai senda nggak boleh pakai sepatu tinggi nggak boleh pakai sepatu rendah
[55:21 - 55:21] Speaker 2
 terus
[55:21 - 56:04] Speaker 0
 ada haknya minimal tiga senti nah itu Hai pakai Oh lipstick Hai sehingga enggak terlihat kucel terlihat kumus-kumus pakai bedak biar muridnya melihatnya gurunya bergurunya wangi penting itu soalnya kalau ngelihat ilangnya udah bau gurunya ini muridnya udah males dan enggak semangat belajar itu ternyata ada di materi excellent service waktu start nisbah itu tangible dan segala macam cara menangani keluhan wali murid cara menangani komplain dari wali murid ketika meledak-ledak Bagaimana ada semua itu saya bayar enam juta itu dalam waktu tiga hari
[56:04 - 56:06] Speaker 1
 mencukupi
[56:06 - 56:32] Speaker 0
 telur binatangius sak guru dilawati barang itu diikutsertakan kemarin seharapannya sih pengurus itulah catering ikut tapi nggak bisa waktu itu nggak tahu kenapa pokoknya yang tak ikut itu catering karena kita akan suka dapat komplainan dari catering namanya tuh kalau catering juga ikut ngerti Oh pelayanan standar tidak ada
[56:32 - 56:33] Speaker 1
 karena kita usai Nah
[56:33 - 57:03] Speaker 0
 sekarang kan bukan saya Humasang Pak Hajar ya bagaimana beliau kalau beliau sekarang paling tanya kayak kemarin mau ngadain apa itu pameran pendidikan us ditawari pameran pendidikan diambil tahu sih Hai lo yo kalau kamu ngambil dilihat dulu Bang gulmu apa itu tempatnya di Surabaya kan dilihat dulu golnya kalau awakmu nembak penjualan Hai